Banjir Kota Padang Awal Agustus 2026: Ribuan Warga Terdampak, Ratusan Mengungsi
Padang, 4 Agustus 2026. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) siang memicu banjir di sejumlah kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mencatat sedikitnya 15 titik banjir, dengan ribuan warga terdampak dan ratusan lainnya mengungsi hingga Selasa dini hari.
Wilayah terparah berada di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Genangan juga dilaporkan di Nanggalo, Pauh, hingga Padang Selatan. Menurut catatan BPBD Kota Padang, hujan lebat disertai angin kencang sempat menerjang hampir seluruh kecamatan di kota itu.
Ketinggian air bervariasi antarlokasi. Di sejumlah titik genangan dilaporkan mencapai sekitar satu setengah meter, sementara Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang menyebut ada kawasan yang terendam hingga sekitar dua setengah meter. Banjir meluas antara lain karena tingginya curah hujan di kawasan hulu.
Arus air memutus akses jalan di beberapa lokasi, termasuk jalur bypass di kawasan Air Pacah. Sejumlah kendaraan terendam, dua rumah sakit tergenang, dan beberapa sekolah ikut terdampak. Tim SAR Padang bahkan mengevakuasi pelajar serta guru yang tidak bisa keluar dari lingkungan sekolah karena air mengepung pekarangan.
Evakuasi dikerjakan tim gabungan BPBD, SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP menggunakan perahu karet. Di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, sekitar 80 kepala keluarga atau kurang lebih 150 jiwa harus meninggalkan rumah. Camat setempat menyebut sebagian besar dari mereka adalah lansia, balita, dan bayi.
Sampai laporan terakhir yang dihimpun pada Selasa dini hari, BPBD Kota Padang belum menerima laporan korban jiwa. Pendataan warga terdampak dan kerugian materiil masih berjalan karena sebagian akses jalan belum bisa dilalui.
Daftar kebutuhan warga di pengungsian saat ini yang prioritas adalah makanan siap santap, selimut, popok bayi, dan kebutuhan pokok harian. Pemerintah Kota Padang menyiapkan bantuan awal dan mengoordinasikan penyalurannya lewat dapur umum bersama Dinas Sosial.
BMKG memperkirakan potensi hujan lebat masih membayangi Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan, dan BPBD mengingatkan warga di sepanjang aliran sungai untuk mewaspadai banjir susulan.
Bagi warga Padang, keadaan ini bukan pengalaman pertama. Sebagian kawasan yang kini kembali terendam adalah wilayah yang sama dengan yang dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Pemulihan sebuah kota memang tidak selesai dalam satu musim.
Laznas Alzis Al Washliyah menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Kota Padang, sekaligus mengajak umat menyalurkan bantuan bagi mereka yang kehilangan tempat berteduh untuk sementara waktu.
Direktur Utama Laznas Al-Washliyah Muhammad Affan S,si yang akrab disapa Bang Affan menyampaikan lansung ungkapan duka atas bencana banjir Padang.
“Kami berdoa agar warga Padang segera melewati masa sulit ini. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang terdampak”
(Bang Affan)
Doa dan uluran tangan bisa diberikan bersamaan. Semoga air segera surut dan warga Padang dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah
