Edukasi Siaga Kebakaran di MPLS SMP Al Washliyah Matraman: Siswa Baru Belajar Menyelamatkan Diri

Jakarta, 14 Juli 2026. Siswa baru SMP Al Washliyah Matraman, Jakarta, mengikuti kegiatan edukasi siaga menghadapi bencana kebakaran pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7). Kegiatan ini membekali para siswa dengan pengetahuan dasar tentang cara melindungi diri saat kebakaran terjadi, mengenali jalur evakuasi, sekaligus mengenal alat pemadam darurat yang tersedia di lingkungan sekolah.

Materi disampaikan lewat pemaparan di kelas, dilanjutkan praktik langsung di halaman sekolah dan sesi tanya jawab. Para siswa diperkenalkan pada penyebab kebakaran yang paling sering terjadi di rumah dan sekolah, mulai dari korsleting listrik, kompor yang lupa dimatikan, sampai kebiasaan menumpuk barang mudah terbakar di dekat sumber panas.

Belajar Tenang Sebelum Panik Datang

Bagian yang paling ditekankan dalam edukasi ini bukan alatnya, melainkan sikap. Siswa diajak memahami bahwa langkah pertama saat melihat api adalah tidak panik, memberi tahu orang dewasa terdekat, lalu menjauh mengikuti jalur keluar yang sudah ditentukan. Mereka juga diingatkan untuk tidak kembali mengambil barang yang tertinggal, sesuatu yang terdengar sederhana tetapi kerap diabaikan dalam situasi darurat.

Praktik dilanjutkan dengan pengenalan alat pemadam api ringan. Siswa melihat langsung cara memeriksa kondisi tabung, memegang selang, dan mengarahkan semprotan ke sumber api, bukan ke lidah apinya. Pemateri juga menunjukkan cara memadamkan api kecil menggunakan kain basah, keterampilan sederhana yang bisa dipakai di dapur rumah masing-masing.

Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Banyak pertanyaan datang dari pengalaman sehari-hari, misalnya apa yang harus dilakukan bila asap sudah memenuhi ruangan, atau bagaimana bersikap ketika orang tua sedang tidak berada di rumah. Pertanyaan semacam itu menunjukkan bahwa materi kebencanaan bukan hal yang jauh dari keseharian anak.

MPLS sebagai Momen Menanam Kebiasaan

Pihak sekolah memilih menempatkan edukasi ini pada masa pengenalan lingkungan karena di situlah siswa baru mulai membentuk kebiasaan. Mengenali letak pintu keluar, titik kumpul, dan alat pemadam sejak hari-hari pertama membuat pengetahuan itu melekat lebih lama dibanding bila diajarkan di tengah tahun ajaran.

Matraman sendiri termasuk kawasan padat penduduk dengan rumah yang saling berhimpit dan gang sempit. Kondisi seperti ini membuat api cepat menjalar dan menyulitkan armada pemadam masuk. Karena itu, kemampuan warga, termasuk anak usia sekolah, untuk bersikap tepat pada menit-menit pertama menjadi sangat berarti.

Langkah ini sejalan dengan tradisi panjang Al Washliyah di bidang pendidikan. Sejak berdiri, organisasi ini menempatkan sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu pelajaran, melainkan ruang menyiapkan anak menghadapi kehidupan nyata. Keselamatan diri dan kepedulian terhadap sesama termasuk pelajaran yang layak diberikan sejak dini.

Kepedulian serupa juga dirasakan siswa sebagai bekal untuk keluarga. Anak yang paham langkah dasar menghadapi kebakaran bisa menjadi pengingat di rumah, mulai dari mengecek kompor sebelum tidur sampai memastikan colokan listrik tidak bertumpuk. Pengetahuan kecil semacam itu kerap menjadi pembeda ketika keadaan darurat benar-benar datang.

Sekolah berencana melanjutkan pembekalan serupa secara berkala, termasuk simulasi evakuasi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Harapannya, kesiapsiagaan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan bersama.

Dukungan bagi kegiatan pendidikan dan pembekalan siswa di sekolah-sekolah Al Washliyah dapat disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah di Laznas Alzis Al Washliyah. Informasi program dan cara berdonasi tersedia di laznasalwashliyah.org.

Tim Media Laznas Alzis Al Washliyah

Form Donasi

Pilih nominal terbaikmu

Form Konfirmasi Donasi

Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.