Laznas Al-Washliyah Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Bantarsari yang Dilanda Kekeringan
Bantarsari, 27 Juli 2026. Laznas Al-Jam’iyatul Washliyah (Alzis Al-Washliyah) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Bantarsari yang terdampak kekeringan, Senin, 27 Juli 2026. Sebanyak empat truk tangki masing-masing berkapasitas sekitar 8.000 liter dikirim ke sejumlah titik di RW 01, RW 02, dan RW 03 sepanjang pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Kegiatan ini merupakan sinergi antara Tim Laznas Al-Washliyah, Tim Desa Tangguh Bencana (Destana), dan warga Desa Bantarsari sendiri.
Dua Bulan Warga Menahan Dahaga
Kekeringan telah melanda Desa Bantarsari sekitar dua bulan terakhir. Sumur warga banyak yang mengering, sementara pasokan air dari sumber alami menyusut jauh dari kebutuhan harian. Wilayah RW 01, RW 02, dan RW 03 tercatat paling terdampak, dengan warga terpaksa mencari air ke titik-titik yang jauh dari rumah mereka.
Bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada sumber air setempat, dampaknya terasa langsung. Kebutuhan mandi, memasak, dan mencuci berubah menjadi hitungan setiap ember. Ada rumah yang membatasi anak-anaknya mandi hanya sekali sehari. Ada dapur yang mengurangi frekuensi masak agar hemat air. Beban ini terasa paling berat bagi warga lanjut usia dan ibu rumah tangga yang sehari-hari mengelola urusan air di rumah.
Bantuan air bersih menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Laporan dari warga dan pemantauan tim di lapangan menunjukkan bahwa tanpa suplai dari luar, kondisi akan semakin memburuk memasuki puncak musim kemarau.
Empat Truk Air, Tiga RW, Satu Hari Penuh
Penyaluran dilakukan secara berjenjang sepanjang enam jam. Empat truk tangki bergerak bergantian menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan bersama warga dan Tim Destana. Setiap titik dilengkapi tandon atau wadah penampungan yang disiapkan warga, sehingga air bersih bisa langsung dimanfaatkan begitu truk tiba.
Koordinasi di lapangan berjalan lancar berkat gotong royong warga. Anak-anak muda desa membantu proses pemompaan dan pengisian, sementara ibu-ibu mengantre dengan tertib untuk mengambil jatah keluarganya. Tim Laznas Al-Washliyah bertugas memastikan pembagian merata dan tidak ada warga yang terlewat, terutama rumah-rumah yang jauh dari titik distribusi utama.
Sinergi dengan Tim Desa Tangguh Bencana
Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi antara lembaga amil zakat dan lembaga tanggap bencana di tingkat desa. Tim Destana, yang merupakan bagian dari program Desa Tangguh Bencana, sudah lebih dulu memetakan titik kritis kekeringan di wilayahnya. Data dan koordinasi lapangan mereka menjadi tulang punggung penyaluran, sementara sumber daya bantuan dihimpun oleh Laznas Al-Washliyah dari zakat, infak, dan sedekah umat.
Sinergi seperti ini penting karena bencana kekeringan tidak bisa dituntaskan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan data yang akurat, tenaga yang cepat bergerak, dan sumber pendanaan yang berkelanjutan. Ketika ketiganya bertemu, bantuan bisa sampai lebih tepat sasaran dan lebih cepat menjangkau warga yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, bantuan air bersih ini bisa langsung dimanfaatkan warga. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menitipkan zakat dan sedekahnya kepada Laznas Al-Washliyah. Air yang mengalir hari ini adalah amanah dari mereka semua.” ujar Bang Affan dari Laznas Al-Washliyah di sela penyaluran.
Bagian dari Kepedulian Umat Lewat Zakat dan Sedekah
Program penyaluran air bersih di Bantarsari adalah bagian dari respons Laznas Al-Washliyah terhadap bencana kekeringan yang belakangan sering melanda banyak wilayah. Sebagai lembaga amil zakat nasional di bawah Al-Jam’iyatul Washliyah, Laznas Al-Washliyah menaruh perhatian tidak hanya pada pendidikan dan dakwah, tapi juga pada kepedulian sosial dan tanggap bencana.
Informasi lengkap tentang program dan cara berdonasi dapat diakses melalui alzis.id. Setiap rupiah yang dititipkan dijaga sebagai amanah, disalurkan pada program yang jelas peruntukannya, dan dilaporkan kembali kepada muzaki. Kekeringan di Bantarsari mengingatkan kita bahwa air bersih yang di banyak kota terasa sepele, di tempat lain adalah kebutuhan yang harus dinanti berminggu-minggu.
Tim Media Laznas Alzis Al-Washliyah
